Tampilkan postingan dengan label Psikologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Februari 2011

TEORI-TEORI BELAJAR ILMU JIWA PENDIDIKAN DAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI DISIPLIN ILMU


Disini banyak aliran psikologi dan psikologi pendidikan.
1.      Psikologi yang bersifat spekulatif
2.      Psikologi behavioristik
3.      Psikologi Kognitif
4.      Psikologi humanistik
Dan mengenai teori belajar ini tak lain karena para ahli tidak puas pendapat, para ahli sebelumnya, dari itu timbulah teori belajar yang bersifat kognitif .
Psikologi kognitif mulai berkembang dari lahirnya teori gestalt peletak dasar teori gestatif adalah Wertheimer, yang meneliti tentang pengalaman dan problem solving.
Menurut psikologi gestalt ada beberapa sifat khusus belajar dengan insight (pengamatan/pemahaman mendadak antara hubungan terhadap permasalahan) yaitu:
1.      Insight itu tergantung kepada kemampuan dasar yang berbeda-beda antar anak
2.      Insight itu tergantung kepada pengalaman yang relevan
3.      Insight itu tergantung pengaturan secara eksperimental
4.      Insight itu didahului oleh sesuatu periode yang berbeda-beda
5.      Insight itu dapat diulangi
6.      Insight itu yang pernah didapatkan, dapat dipakai untuk menghadapi situasi-situasi yang baru.

FAKTOR HEREDITAS DAN PRINSIPNYA

 Yang disebut faktor hereditas adalah : sifat-sifat / ciri-ciri yang diperoleh oleh seseorang anak atas dasar keturunan atau pewarisan dari generasi ke generasi melalui sel benih.

Prinsipnya atau Hukum Hereditas
Dapat berlangsung menurut prinsip-prinsip / hokum-hukum tertentu yaitu :
1.      Prinsip Reproduksi, melalui prinsip reproduksi orang tua bisa mewariskan sel benihnya kepada generasinya.
2.      Prinsip Konformitasi, bahwa setiap jenis makhluk menurunkan jenisnya sendiri.
3.      Prinsip Variasi, selain mewarisi ciri-ciri yang umum yang sama juga mewariskan sifat berbeda lainnya.
4.      Prinsip Regresi Fillial, menunjukkan sifat menonjol kedua-duanya misal : meskipun orang tuanya cerdas, generasinya akan sedang-sedang tak secerdas orang tuanya.

PSIKOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI DISIPLIN ILMU

Psikologi pendidikan, bisa dipahami sebagai “study tentang proses pendidikan dari sudut tinjauan psikologi”.
Apakah psikologi pendidikan sudah merupakan disiplin ilmu yang tersendiri? Hal ini dapat lihat apakah psikologi pendidikan sudah memenuhi syarat-syarat berikut:
1.      Harus mempunyai obyek
2.      Harus mempunyai metode khusus
3.      Harus mempunyai ruang lingkup studi yang jelas
4.      Harus mempunyai nilai guna dan manfaat

Obyek Psikologi Pendidikan
1.      Obyek material, yaitu bersifat umum, yang juga menjadi obyek kebersamaan ilmu-ilmu umum lainnya yang sejenis, (obyek dari ilmu induknya).
2.      Obyek formal yaitu bersifat khusus yang hanya menjadi sasaran studi tersendiri dari ilmu yang bersangkutan dan berbeda dari obyek-obyek ilmu lainnya, ini keduanya merupakan penghayatan tingkah laku manusia.

Ruang lingkup Psikologi Pendidikan
Ialah meliputi :
1.      Masalah perkembangan dan pertumbuhan individu
2.      Masalah belajar mengajar
3.      Masalah pengukuran dan penelitian
4.      Masalah bimbingan dan penyuluhan


Kegunaan Psikologi Pendidikan
Secara praktis Psikologi pendidikan berguna pada mereka yang terlibat dalam proses pendidikan dan pengajar.
a.       bagi perencana pendidikan
b.      bagi para guru
c.       bagi para orang tua

KONSEP ILMU JIWA PENDIDIKAN

Pendidikan tentang jiwa psikolog dan psikolog pendidikan yang terpendam dalam diri manusia yang akhirnya dapat melahirkan pola berperilaku, gerak dan lain sebagainya. Dengan demikian pergerakan, pertumbuhan dan perkembangan semua itu menjadi petunjuk gejala adanya jiwa pada manusia.         

Disini para filosof membagi jiwa menjadi :                                                   
1.      Daya Vegetatif, bersifat tumbuh, berkembang sebagaimana tumbuh-tumbuhan ini disebut “nafs on nabati”
2.      Daya Sensoris, ini bagi pemilik penginderaan, berpindah sebagaimana perilaku hewan disebut “nafs al hayawany”
3.      Daya Rasional, yang khusus pemilik yang bersifat berfikir, berbuat, berkehendak sebagaimana khusus nampak pada jiwa manusia, dan disebut “nafs al insaniyah”
4.      Daya ruh, bersifat taat, patuh, tunduk, ini menggambarkan sosok malaikat.

Menurut Kejiwaan Manusia
Menurut kebanyakan filosof, struktur jiwa manusia terdiri dari :
1.      Jiwa Vegetatif       : bagian terbawah
2.      Jiwa Sensitif          : bagian menengah
3.      Jiwa Rasional        : bagian tertinggi

Pembagian Ilmu Jiwa
1.      Dari segi sasaran / obyeknya, ilmu jiwa dapat dibedakan menjadi dua :
a.       Ilmu Jiwa Umum     : yaitu obyek studynya adalah manusia dewasa seutuhnya, normal dan beradab.
b.      Ilmu Jiwa Khusus    : yaitu obyek studynya adalah bagian-bagian tertentu dari gejala-gejala jiwa.
2.      Dari segi kegunaan dapat dibedakan antara ilmu jiwa teoritis, praktis.
a.       Teoritis dipergunakan untuk mengembangkan pengetahuan ilmu kejiwaan.
b.      Praktis dipergunakan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensinya bidang tertentu dari aspek bidang kehidupan manusia.

Pengertian Psikologi Pendidikan.
Psikologi pendidikan adalah  suatu studi kejiwaan dari bidang pendidikan/studi dari bidang pendidikan yang akhirnya diarahkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pendidikan dan pengajaran.