Tampilkan postingan dengan label IPS Terpadu Kelas VII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS Terpadu Kelas VII. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2011

PERKEMBANGAN PADA MASA HINDU BUDHA DI INDONESIA


Standar Kompetensi
:
Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Budha sampai masa Kolonial Belanda.

Kompetensi Dasar
:
Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa Hindu-Budha serta peninggalan-peninggalannya.

Indikator
:
1.       Mendeskripsikan masuk dan berkembangnya agama Hindu dan Budha di Indonesia
2.       Menunjukkan pada peta daerah-daerah yang dipengaruhi unsur Hindu dan Budha di Indonesia.
3.       Menyusun kronologi perkembangan kerajaan Hindu-Budha ke berbagai wilayah Indonesia.
4.       Mengidentifikasi dan memberi contoh peninggalan-peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Budha di berbagai daerah.



A.    Hindu
Pada sekitar tahun 1500 sebelum masehi, bangsa Arya berhasil menaklukan bangsa Dravida di India. Kemudian lahir agama Hindu yang merupakan gabungan antara kepercayaan bangsa Arya dan kepercayaan bangsa Dravida.
Agama Hindu mempunyai banyak dewa, namun yang lebih terkenal adalah Trimurti yang terdiri dari Dewa Brahmana (Dewa Pencipta), Dewa Syiwa (Dewa Perusak) dan Dewa Wisnu (Dewa Pelindung).
Ada 4 kasta dalam agam hindu,diantaranya :
1.      Kasta Brahmana, merupakan kasta tertinggi dan bertugas untuk menjalankan upacara-upacara keagamaan. Yang termasuk dalam kasta ini adalah para Brahmana.
2.      Kasta Ksatria, bertugas untuk menjalankan roda pemerintahan. Yang termasuk kasta ini adalah para raja, prajurit dan bangsawan.
3.      Kasta Waisya, merupakan kasta dari golongan rakyat jelata seperti para petani dan pedagang.
4.      Kasta Sudra, kasta yang paling rendah seperti para budak.

Tujuan dari pembentukan kasta adalah untuk menjaga kemurnian ras bangsa Arya yang dianggap ras paling baik, dibandingkan dengan ras bangsa Dravidayang dianggap paling rendah.


B.     Budha
Pada awalnya, Budha bukan merupakan sebuah agama, tetapi hanya merupakan suatu paham (aliran) dalam agama Hindu yang disebut Budhisme. Ajaran Budhisme muncul sebagai protes terhadap sistem perbedaan kasta, terutama terhadapn kasta Brahmana yang dianggap terlalu banyak mempunyai hak-hak istimewa, dan kasta-kasta lain yang dianggap terlalu membedakan kedudukan seseorang.
Paham Budhisme dikembangkan oleh Sidharta Budha Gautama, seorang putra raja Sudhodana dari kerajaan Kapilawastu, yang termasuk suku bangsa Sakya. Yang kemudian ajarannya berkembang menjadi agama Budha.
Seluruh ajaran agama Budha terdapat dalam kitab Tripitaka, yang terdiri atas :
1.      Winayapitaka, berisi tentang peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluk agama Budha.
2.      Sutrantapitaka, berisi tentang wejangan-wejangan dari sang Budha.
3.      Abhidharmapitaka, berisi tentang penjelasan dan uraian mengenai agama Budha.


C.    Proses Masuk dan Berkembangnya Pengaruh Hindu Budha di Indonesia
Proses masuknya pengaruh agama Hindu dan Budha ke Indonesia terjadi sekitar abad ke 4 masehi melalui hubungan perdagangan dengan para pedagang dari India. Hal ini diperkuat dengan diketemukannya prasasti peninggalan kerajaan Kutai di Kalimantan Timur dan kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat. Masyarakat Indonesia yang paling awal menerima pengaruh dan menganut agama Hindu adalah para raja beserta keluarganya, bangsawan dan prajurit, karena merupakan kasta yang terhormat, baru kemudian rakyat jelata.
Agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia berbeda dengan yang berkembang di India. Agama dan kebudayaan Hindu Budha disesuaikan dengan kebudayaan dan kepercayaan asli bangsa Indonesia yang berintikan pada ajaran pemujaan roh leluhur (animisme dan dinamisme). Dalam bidang sastra pun terjadi penyesuaian misalnya huruf Pallawa berubah menjadi huruf Kawi dan huruf Jawa Kuno. Demikian pula dalam bentuk dan seni bangunan, candi di Indonesia berbeda dengan di India.


D.    Perkembangan Masyarakat, Kebudayaan dan Pemerintahan pada Masa Hindu Budha di Indonesia

1.      Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur
Kerajaan Kutai berdiri sekitar tahun  400-500 masehi, dengan pusat pemerintahan terletak di aliran sungai Mahakam Kalimantan Timur. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia dan kerajaan bercorak Hindu.
            Raja pertamanya adalah Kudungga, sedangkan raja yang terkenal adalah Raja Mulawarman, anak dari Aswawarman, cucu dari Kudungga.
Raja Mulawarman adalah penganut Hindu Syiwa. Hal ini dibuktikan dengan adanya bukti dari salah satu prasastinya yang menyebutkan tempat suci Waprakeswara, yaitu tempat suci yang selalu berhubungan dengan Trimurti (Brahmana, Wisnu dan Syiwa).
Sumber sejarah kerajaan Kutai berupa tujuh buah Yupa (tugu batu bertulis untuk peringatan upacara korban) yang diketemukan di Muarakaman daerah aliran sungai Mahakam. Yupa ditulis dengan menggunakan huruf Pallawa dan berbahasa Sansakerta.
Kerajaan Kutai mengalami perkembangan yang pesat karena letaknya yang strategis, yaitu sebagai persinggahan kapal-kapal yang menempuh perjalanan melalui selat Makasar.


2.      Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat
Kerajaan Tarumanegara berdiri sekitar abad  ke 5 masehi, dengan pusat kerajaan di Lembah Sungai Citarum Bogor, Jawa Barat. Kerajaan tarumanegara merupakan kerajaan Hindu tertua di Jawa Barat. Raja yang terkenal bernama Purnawarman.
Sumber sejarah kerajaan Tarumanegara berupa :
a.       Prasasti Ciaruteun, diketemukan di Bogor. Pada prasasti ini terdapat bekas telapak kaki Raja Purnawarman yang beragama Hindu.
b.      Prasasti Kebon Kopi, diketemukan di Bogor
c.       Prasasti Jambu, diketemukan di Bogor. Berisi tentang nama raja kerajaan Tarumanegara yang bernama Purnawarman.
d.      Prasasti Pasir Awi, diketemukan di Bogor
e.       Prasasti Muara Cianten, diketemukan di Bogor
f.       Prasasti Tugu, diketemukan di Cilincing, Jakarta. Berisi tentang letak ibukota kerajaan Tarumanegara.
g.       Prasasti Cidanghiang (Munjul), diketemukan di Lebak, Banten.

Kerajaan Tarumanegara sudah mengenal sistem irigasi dan pencegahan banjir yang baik, hal ini terungkap melalui prasasti Tugu, yang menerangkan penggalian sungai Cabdraraga oleh Rajadirajaguru dan penggalian sungai Gomati oleh Purnawarman yang dimaksudkan uintuk menghindari bencana banjir dan kekeringan yang terjadi di musim kemarau.


3.      Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah dan Jawa Timur
Kerajaan Mataram Kuno berdiri sekitar abad ke 8 masehi atau sekitar tahun 732 masehi, dengan pusat kerajaan di Medang Kamulan sedangkan wilayah kekuasaannya meliputi Magelang, Muntilan, Sleman dan Yogyakarta. Raja pertamanya adalah Raja Sanjaya, seorang penganut Hindu.
Sumber sejarah utama kerajaan Mataram Kuno :
a.       Prasasti Canggal
Prasasti Canggal diketemukan di Gunung Wukir, berangka 732 masehi, yang ditulis dengan huruf Pallawa dan menggunakan bahasa Sansakerta. Prasasti ini menceritakan tentang pendirian sebuah Lingga di desa Kunjarakunja yang bertujuan untuk memuja dewa Syiwa. Dalam prasasti ini juga dijelaskan bahwa sebelum Sanjaya naik takhta, pulau Jawa diperintah oleh Raja Sanna.

b.      Prasasti Kedu atau Prasasti Balitung atau Prasasti Mantyasih
Prasasti ini terbuat dari perunggu dan berangka tahun 907 masehi. Prasasti ini berisi tentang pengganri Raja sanjaya, yaitu Rakai Panangkaran, selai itu dalam prasasti ini juga disebutkan tentang nama-nama raja Mataram kuno.

            Agama Budha masuk ke Jawa Tengah pada masa pemerintahan Raja Panangkaran, dan dari keturunan Syailendra sudah ada yang memeluk agama Budha. Setelah kekuasaan Panangkaran berakhir, keluarga Syailendra terpecah menjadi dua :
a.       Kerajaan Mataram Kunmo yang Bercorak Hindu
Daerah kekuasaannya berada di Jawa Tengah bagian utara. Raja-rajanya yaitu Panunggalan, Warak Garung, dan Rakai Pikatan. Raja-rajanya termasuk kedalam Dinasti Sanjaya. Peninggalan yang berupa candi, yaitu komplek Candi Dieng (Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Puntadewa, Candi Nakula dan Candi Sadewa) yang dibangun oleh Dinasti Sanjaya.
b.      Kerajaan Mataram Kuno yang Bercorak Budha
Deerah kekuasaannya berada di Jawa Tengah bagian selatan. Raja-rajanya yaitu, Dharanendra, Samaratungga, Pramodhawardhani dan Balaputradewa. Raja-rajanya termasuk Dinasti Syailendra. Peninggalannya berupa candi, yaitu Candi Sewu, Candi Sari, Candi Pawon, Candi Mendhut, Candi Kalasan dan Candi Borobudur yang dibangun oleh Dinasti Syailendra.

            Kerajaan Mataram Kuno disatukan kembali pada masa rakai Pikatan, karena Rakai Pikatan dari kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Hindu menikah dengan Pramodhawardhani putri dari Dinasti Syailendra dari kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Budha. Saat itu kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Budha dipimpin oleh Balaputradewa, maka terjadi pertempuran atau perang saudara antara Pramodhawardhani dengan suaminya (Rakai Pikatan) di satu pihak, melawan Balaputradewa di pihak yang lain. Pada tahun 856 masehi Rakai Pikatan berhasil mengalahkan Balaputradewa, yang kemudian melarikan diri ke Sumatera dan menjadi Raja Sriwijaya.
            Setelah Rakai Pikatan wafat digantikan oleh Rakai Kayuwangi, Rakai Watuhumalang, Raja Daksa, Raja Tulodong dan Raja Wawa (merupakan Dinasti Sanjaya yang terakhir).
            Pada tahun 929 masehi, ibukota kerajaan Mataram Kuno dipindahkan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok, dan berganti nama menjadi Kerajaan Medang dengan pusat pemerintahannya di antara Gunung Semeru dan Gunung Wilis. Mpu Sindok merupakan raja pertama dari Dinasti Isyana.



4.      Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan
Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang berdiri pada abad ke 7 masehi.
Sumber sejarah kerajaan Sriwijaya :
a.       Dari dalam negeri
1)      Prasasti Kedukan Bukit (683 m)
Ditemukan di Palembang, menceritakan tentang Dapunta Hyang Sri Jayanaga yang melakukan perjalanan suci dengan perahu dari Minanga Tamwan dengan diiringi oleh 20.000 tentara, dan kemudian membangun kota yang diberi nama Sriwijaya.
2)      Prasasti Talang Tuo (684 m)
Ditemukan di sebelah barat Palembang, menceritakan tentang pembuatan Taman Srikseta oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga untuk kemakmuran rakyat.
3)      Prasasti Telaga Batu
Ditemukan di Palembang, menceritakan tentang kutukan-kutukan yang sangat menyeramkan terhadap siapa saja yang melakukan tindak kejahatan dan tidak taat terhadap perintah raja.
4)      Prasasti Karang Berahi (686 M)
Ditemukan di Karang Berahi, Jambi Hulu, menceritakan tentang permintaan kepada dewa untuk menghukum setiap orang yang bermaksud jahat terhadap kerajaan Sriwijaya.
5)      Prasasti Kota Kapur (686 M)
Ditemukan di kota Kapur pulau Bangka, menceritakan tentang usaha kerajaan Sriwijaya untuk menaklukan kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat.
6)      Prasasti Palas Pasemah
Ditemukan di Palas Pasemah, Lampung Selatan dan menceritakan tentang didudukinya daerah Lampung selatan oleh Sriwijaya pada akhir abad ke 7 masehi.

b.      Dari luar negeri
1)      Prasasti Ligor (Malaysia) tahun775 M
Berisi tentang pembangunan Trisamaya Catya dan Raja yang memerintah bernama Wisnu dari Dinasti Syailendra.
2)      Prasasti Kanton (Cina)
Berisi tentang bantuan kerajaan Sriwijaya dalam memperbaiki sebuah kuil agama Thoo di Kanton, Cina.
3)      Berita dari Cina
Ditulis oleh seorang Pendeta Budha bernama I-Tsing.


5.      Kerajaan Kediri di Jawa Timur
Kerajaan Kediri berpusat di Daha.
Raja-raja yang memerintah :
a.       Jayawarsa
b.      Bameswara
c.       Jayabaya (1135 – 1157 M)
Empu Sedah menulis kitab Kakawin Bharatayudha yang kemudian dilanjutkan oleh Empu Panuluh. Selain itu Empu Panuluh juga menulis kitab Gatotkaca Sraya dan Hariwangsa.
d.      Sarmeswara (1159 – 1161 M)
e.       Aryeswara (1169 – 1171 M)
Membuat lencana kerajaan yang diberi nama Ganesha.
f.       Kameswara (1182 – 1185 M)
Empu Tanakung mengarang kitab Wirta Sancaya dan Empu darmaja mengubah Kakawin Smaradhana.
g.       Kertajaya (1190 – 1222 M)
Lencana kerajaannya bernama Sangka (siput terbang) dan Garudhamuka.


6.      Kerajaan Singasari di Jawa Timur
Didirikan oleh Ken Arok, dan membangun Dinasti baru yang bernama Dinasti Rajasa.
Raja-raja yang memerintah :
a.       Ken Arok (1222 – 1227 M)
Merupakan pendiri kerajaan Singosari setelah mengalahkan kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Kertajaya pada tahun 1222 M. Sumber sejarah mengenai Ken Arok dapat ditemui pada kitab Phararaton dan Negarakertagama.
b.      Anusapati (1227 – 1248 M)
Membunuh Ken Arok karena Ken Arok telah membunuh ayahnya (Raja Tunggul Ametung).
c.       Tohjoyo (1248 M)
Anak dari Ken Arok, karena dendam maka Tohjoyo membunuh Anusapati.
d.      Ranggawuni ( 1248 – 1268 M)
Memerintah setelah membunuh Tohjoyo.




7.      Kerajaan Majapahit di Jawa Timur
Beberapa faktor yang munculnya kerajaan Majapahit :
a.       Munculnya tokoh-tokoh negarawan seperti Raden Wijaya dan Gajah Mada.
b.      Tidak ada saingan kerajaan lain di Indonesia.
c.       Di luar Indonesia tidak ada lagi kerajaan besar.
d.      Letaknya yang strategis.

Sumber sejarah tentang Kerajaan Majapahit :
a.       Kitab Sutasoma karya Empu Tantular yang didalamnya terdapat kalimat Bhineka Tunggal Ika.
b.      Kitab Negarakertagama karya Empu Prapanca yang berisi tentang silsilah kerajaan Singosari dan Majapahit.
c.       Kitab Pararaton
d.      Kitab Ying Yai Shing-Lan karya dari Ma-Huan dari Cina.

Raja-raja yang memerintah :
a.      Raden Wijaya (1293 – 1309 M)
b.      Jayanegara atau Kala gemet (1309 – 1328 M)
Pada masa pemerintahannya banyak terjadi pemberontakan, diantaranya :
1)      Pemberontakan Ranggalawe di Tuban (1309 M)
2)      Pemberontakan Sora (1311 M)
3)      Pemberontakan Nambi ( 1316 M)
4)      Pemberontakan Semi (1318 M)
5)      Pemberontakan Kuti (1319 M)

c.       Tribhuana Tunggadewi (1328 – 1350 M)
Pada masa pemerintahannya Terjadi pemberontakan Sadeng yang dapat ditumpas oleh Gajah Mada. Atas jasanya ini Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih di kerajaan Majapahit.
d.      Hayam Wuruk (1350 – 1389 M)
Menjadi raja saat berusia 16 tahun, dan kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Sistem pemerintahannya sudah teratur dengan sangat baik seperti adanya Sapta Prabu, Dewan Menteri Besar dan Dewan Menteri di tingkat pusat, kemudian Bupati di tingkat tengah dan kepala desa di tingkat bawah.
e.       Wikramawardhana (1389 – 1429 M)
Terjadi perang saudara yang lebih dikenal dengan Perang Paregreg.

Faktor-faktor yang menyebabkan hancurnya Kerajaan Majapahit :
a.       Perang saudara
b.      Masuknya agama Islam
c.       Tidak adanya tokoh yang mampu memimpin dengan baik.

Peninggalan-peninggalan kerajaan Majapahit :
a.       Candi Jabung (Kraksaan, Probolinggo)
b.      Candi Tigawangi dan Candi Surawana (Pare, Kediri)
c.       Candi Tikus (Trowulan, Mojokerto)
d.      Candi Panataran, Candi Sawentar dan Candi Sumberjati (Blitar)

Rabu, 23 Februari 2011

HIDROSFER



Standar Kompetensi
:
Memahami usaha manusia untuk mengenali perkembangan lingkungannya.

Kompetensi Dasar
:
Mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi di atmosfer dan hidrosfer serta dampaknya terhadap kehidupan.

Indikator
:
1.       Mendeskripsikan siklus hidrologi dan bagian-bagiannya.
2.       Mengklasifikasikan bentuk-bentuk tubuh air permukaan dan air tanah serta pemanfaatannya.
3.       Mendeskripsikan zona laut menurut letak (laut pedalaman, laut tepi, laut tengah) dan kedalamannya (litoral, batial dan abisal).
4.       Menafsirkan pengertian batas landas kontinen, laut teritorial dan zona ekonomi ekslusif (ZEE) dan menunjukannya pada peta.


A.     Siklus Hidrologi
Hidrosfer adalah lapisan air yang menyelimuti bumi, baik yang berbentuk cair, salju maupun es.
Ilmu yang mempelajari tentang perairan disebut hidrologi.
Hidrologi mempunyai beberapa cabang ilmu, diantaranya :
1.      Potamologi, yaitu ilmu yang mempelajari air yang mengalir dipermukaan tanah (sungai).
2.      Limnologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang air yang menggenang di permukaan tanah (danau).
3.      Geohidrologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang air yang terdapat dibawah tanah.
4.      Kriologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang salju dan es.
5.      Hidrometeorologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang faktor-faktor meteorologi yang berpengaruh terhadap kondisi hidrologi.

     Persebaran air di bumi
No
Distribusi
Persentase
1
2
3
4
5
Lautan
Gletser dan es di kutub
Air tanah
Danau dan sungai
Atmosfer
95,96 %
2,97 %
1,05 %
0,009 %
0,001 %

Siklus hidrologi (air) adalah proses perubahan bentuk air yang terjadi di alam secara terus-menerus yang disebabkan oleh adanya pemanasan sinar matahari.

Siklus hidrologi (air) dibedakan sebagai berikut :
1.      Siklus pendek
Radiasi matahari dan angin menyebabkan air laut mengalami penguapan ke udara. Kemudian terjadi kondensasi dan membentuk titik-titik air yang disebut awan.semakin banyak udara yang menghimpun awan, semakin jenuh awan itu dengan uap air, dan turun sebagai air hujan.

2.      Siklus sedang
Air laut mengalami penguapan, kemudian terjadi kondensasi dan membentuk awan. Awan tertiup angin dan ternbawa ke daratan kemudian terjadi hujan di daratan. Sebagian air hujan akan meresap kedalam tanah, mengalir ke permukaan dan akhirnya menuju ke laut.

3.      Siklus panjang
Air laut mengalami penguapan, lalu terjadi kondensasi dan membentuk awan. Awan ini kemudian terbawa ke daratan dan terjadi hujan berupa hujan es atau salju. Salju dan es mengendap di permukaaan tanah dan pada musim semi mulai mencair. Air tersebut kemudian sebagian meresap  kedalam tanah dan sebagian lagi akan mengalir dipermukaan tanah, dan akhirnya menuju ke laut.
Terjadinya siklus air disebabkan oleh adanya proses-proses seperti berikut :
1.      Evaporasi, yaitu penguapan air laut menjadi uap air.
2.      Kondensasi, yaitu perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air.
3.      Adveksi, yaitu gerakan udara secara horizontal yang membawa titik air/awan dari suatu tempat ke tempat lain.
4.      Presipitasi, yaitu turunnya titik-titik air dari udara ke permukaan bumi.
5.      Transpirasi, yaitu proses pelepasan uap air dari tumbuh-tumbuhan.
6.      Infiltrasi, yaitu perembesan air kedalam tanah melalui pori-pori tanah atau batuan.
7.      Sublimasi, yaitu berubahnya uap air menjadi kristal-kristal es.
8.      Run off, yaitu aliran air dipermukaan tanah.


B.     Jenis-Jenis Air Permukaan
Air permukaan yaitu bentuk perairan yang berada di permukaan bumi atau di atas permukaan tanah.

Jenis-jenis air permukaan :
1.      Sungai
Sungai adalah saluran alami yang berfungsi mengalirkan air hujan, air tanah maupun air salju yang mencair ke danau atau ke laut.
Jenis-jenis sungai :
a.       Berdasarkan sumber airnya
1)      Sungai hujan, sumber airnya berasal dari air hujan.
2)      Sungai gletser, sumber airnya berasal dari es/salju yang mencair.
3)      Sungai mata air, sumber airnya berasal dari mata air.
4)      Sungai campuran, sumber airnya berasal dari air hujan, mata air atau es/salju yang mencair.

b.      Berdasarkan volume airnya
1)      Sungai ephimeral, sungai yang mengalir pada saat terjadinya hujan dan beberapa saat setelah hujan selesai.
2)      Sungai intermiten atau sungai episodik, sungai yang mengalirkan air pada musim penghujan, sedangkan pada musim kemarau kering.
3)      Sungai pherenial, sungai yang airnya mengalir sepanjang tahun.
a)      Sungai periodik, sungai yang pada musim hujan airnya banyak sedangkan pada musim kemarau airnya sedikit.
b)      Sungai permanen, sungai yang pada musim kemarau dan musim hujan debit airnya hampir sama.

c.       Berdasarkan arah arah aliran airnya
1)      Sungai konsekuen, sungai yang arah alirannya sesuai dengan kemiringan struktur geologisnya.
2)      Sungai subsekuen, sungai yang arah aliran airnya tegak lurus dengan sungai konsekuen.
3)      Sungai obsekuen, sungai yang arah aliran airnya berlawanan dengan sungai konsekuen dan menuju sungai subsekuen.
4)      Sungai resekuen, sungai yang aliran airnya sesuai dengan sungai konsekuen dan menuju sungai subsekuen.
5)      Sungai insekuen, sungai yang arah alirannya tidak teratur.

d.      Berdasarkan struktur geologinya
1)      Sungai antiseden, sungai yang mampu mempertahankan alirannya meskipun, terjadi pengangkatan secara perlahan.
2)      Sungai reverse, sungai yang tidak mampu mengimbangi pengangkatan sehingga terjadi perubahan arah alirannya.
3)      Sungai superposed, sungai mengalir pada suatu daratan sehingga struktur batuan di daratan tersebut tersingkap.

Pola aliran sungai dibagi menjadi :
1.      Pola radial (menyebar)
2.      Pola dendritik (tidak teratur)
3.      Pola trellis (anak sungai sejajar dengan induk sungai)
4.      Pola rectangular (anak sungai yang menuju induk sungai membentuk sudut siku-siku)

Manfaat sungai
1.      Sebagai penyuplai air untuk kebutuhan rumah tangga dan industri
2.      Sebagai sarana transportasi
3.      Untuk irigasi tanah pertanian
4.      Sumber perikanan darat
5.      PLTA
6.      Sebagai obyek wisata dan olah raga air.

2.      Danau
Danau adalah genangan air yang terdapat dicekungan yang luas, dan airnya berasal dari air sungai, mata air, gletser dan air hujan.

Jenis-jenis danau :
a.       Danau tektonik, danau yang terjadi akibat adanya gerakan pada lempeng tektonik.
Contohnya danau Singkarak dan danau Towuti.
b.      Danau vulkanik, danau yang terjadi akibat adanya aktivitas vulkanik.
Contohnya : danau Maninjau di Sumatera Barat, kawah gunung Kelud, kawah gunung Tangkuban Perahu.
c.       Danau tekto vulkanik, danau yang terbentuk akibat adanya aktivitas tektonik dan vulkanik.
Contohnya : danau Toba di Sumatera Utara.
d.      Danau karst, danau yang terbentuk akibat adanya proses pelarutan kapur oleh air sehingga terbentuk suatu dolina.
Contohnya danau di Gunung Kidul, Yogyakarta.
e.       Danau glasial, danau yang terbentuk akibat adanya erosi dan pengendapan oleh aktifitas gletser di lereng-lereng bukit atau pegunungan.
Contohnya : danau Stanley di Idaho USA, danau Michigan di USA, danau Huron di Kanada.
f.       Danau Buatan atau waduk, danau yang terbentuk akibat adanya pembendungan sungai yang dilakukan manusia.
Contohnya Waduk Jatiluhur, waduk Gajah Mungkur, waduk Kedungombo dan Waduk Saguling.

Manfaat danau/waduk :
a.       Sebagai pembangkit listrik (PLTA)
b.      Untuk irigasi tanah pertanian
c.       Sebagai obyek wisata dan olah raga air.
d.      Sumber perikanan darat
e.       Pengendali banjir

3.      Rawa
Rawa adalah tanah basah yang selalu digenangi air karena kekurangan saluran air atau letaknya lebih rendah dari daerah sekitarnya.
Rawa banyak terdapat di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Jenis-jenis rawa :
a.       Rawa pantai, rawa yang terletak di tepi pantai
b.      Rawa pedalaman, rawa yang terbentuk jauh dari pantai.


C.     Jenis-Jenis Air Tanah
Air tanah adalah air terdapat di bawah permukaan tanah yang dibatasi oleh satu atau dua lapisan tanah atau oleh batuan yang kedap air.
Air tanah banyak terdapat pada lapisan tanah yang disebut akifer (aquifer).
Jenis-jenis air tanah :
1.      Air tanah bebas (Freatis), air tanah yang terletak dibawah permukaan tanah dan tidak ada lapisan kedap air yang menekan.
Contohnya air sumur.
2.      Air tanah tertekan (Artesis), air tanah yang terletak di antara dua lapisankedap air dan umumnya berada jauh di bawah permukaan tanah.
Contohnya sumur bor atau sumur artesis.

       Manfaat air tanah :
1.      Untuk kebutuhan rumah tangga
2.      Untuk keperluan industri
3.      Irigasi
4.      Sebagai pengikat butir-butir tanah


D.     Zona Laut Menurut Letak dan Kedalamannya
Laut adalah sekumpulan air yang sangat luas di muka bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu benua atau pulau lainnya.
Ilmu yang memepelajari tentang laut disebut oseanografi.

Klasifikasi perairan laut
1.      Berdasarkan letaknya
a.       Laut tepi, laut yang letaknya di tepi benua dan dipisahkan oleh samudra.
Contohnya laut utara, laut cina selatan, laut jawa, laut jepang dan laut kuning.
b.      Laut pedalaman, laut yang letaknya ditengah-tengah benua.
Contohnya laut kaspia dan laut mati
c.       Laut tengah, laut yang terletak diantara dua benua.
Contohnya laut tengah dan laut laut merah

2.      Berdasarkan kedalamannya
a.       Zona littoral, terletak di pesisir laut antara garsi pasang dan garis surut dengan kedalamanan 0 meter.
b.      Zona neritik, terletak di laut dangkal dengan kedalaman 0 – 200 meter.
c.       Zona batial, terletak di laut dalam dengan kedalaman 200 – 1.000 meter.
d.      Zona abysal,terletak di laut sangat dalam dengan kedalaman lebih dari 1.000 meter.

E.     Batas Wilayah Laut
Menurut hukum internasional, wilayah perairan indonesia dibagi menjadi :
1.      Batas Landas kontinen
Adalah bagian dari sebuah benua yang terendam air laut dengan kedalaman 150 meter dari permukaan air saat surut dan diukur di garis-garis dasar ke arah luar dengan jarak paling jauh 200 mil (1 mil = 1.852 km).
Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung pulau-pulau terluar suatu negara kepulauan.

2.      Batas Laut Teritorial
Adalah 12 mil dari titik terluar sebuah pulau ke laut bebas.

3.      Zona Ekonomi Ekslusif
Adalah wilayah laut yang diukur dari garis dasar sejauh 200 mil ke arah laut bebas.
Laut bebas yaitu laut titik internasional dan semua negara bebas atau berhak menggunakannya.